{ HABIS GELAP TERBITLAH TERANG }
- JUDUL BUKU : HABIS GELAP TERBITLAH TERANG
- PENULIS : ARMIJN PANE
- HALAMAN : 266
- PENERBIT : PT BALAI PUSTAKA ( PERSERO )
Buku karya Armijn Pane yang berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang ini
berisi tentang surat-surat Kartini yang dikirmkan kepada
sahabat-sahabatnya yang tinggal di Belanda. Walaupun isinya hanya sebuah
surat, namun didalam surat ini terdapat perjalanan perjuangan Kartini
untuk membela wanita Bumiputra yang pada saat itu dibada-bedakan dengan
laki-laki. Dan di salah satu suratnya ada yang berisi curahan hati
Kartini, ada yang sedih, senang, dan lain sebagainya.
Saya cukup senang membaca buku ini karena di surat-surat Kartini ini
pasti ada kata-kata mutiaranya, dan saya suka dengan kata-kata yang
tertulis di buku ini, karena kata-katanya sangat bagus dan sangat
tertata.
Pada buku bagian depan ini, saya kurang tertarik membacanya, karena pada
bagian depan ini surat-surat Kartini menurut saya belum seru. Namun,
pada buku dibagian tengah ini saya sangat antusias membacanya, karena
dibagian tengah ini surat-surat Kartini sangatlah bagus, karena disini
saya bisa melihat semangat Kartini yang berkobar di jiwanya, dan saya
bisa melihat bahwa dia orang yang tidak mudah menyerah, dan percaya akan
cita-citanya. Dan pada bagian yang terakhir ini, sama dengan di bagian
depan, saya kurang tertarik untuk membacanya, karena, ya , di bagian
akhir ini semangat Kartini masih ada, namun tidak seperti yang dibagian
tengah tadi.
Dibagian depan ini menceritakan tentang cita-cita Kartini yang tidak sesuai dengan kebiasaan masyarakat pada saat itu, jadi banyak yang menentang dan tidak setuju akan cita-cita Kartini itu, namun pada saat itu masih ada yang setuju dan sependapat dengan Kartini, yaitu para sahabatnya yang berada di Belanda, jadi Kartini selalu berkirim surat dengan sahabat-sahabatnya itu.
Dibagian tengah ini menceritakan perjuangan Kartini untuk mendapatkan izin dari kedua orang tuanya, yang kurang setuju dengan apa yang dicita-citakan oleh putrinya itu,namun para sahabat Kartini sekalu memberi semangat yang membuat Kartini tidak mudah menyarah, sampai akhirnya Kartini mendapatkan izin oleh kedua orang tuanya itu.
Dibagian terakhir, perjuangan yang telah dilakukan Kartini ini akhirnya
membuahkan hasil, dan Kartini menikah dengan bupati Rembang, dan
akhirnya mempunyai anak, namun selang beberapa hari setelah melahirkan
Kartini meninggal dunia .


0 komentar:
Posting Komentar